Jakarta - Pelaku bom bunuh diri menyerang masjid di kantor Mapolres Cirebon. Diduga ada upaya-upaya teroris untuk mengecoh polisi siapa target sebenarnya dari serangan ini.
"Ini sebuah operasi cipta kondisi. Di intelijen dikenal adanya gerakan pengecoh," ujar pengamat kepolisian Alfons Loemau saat dihubungi detikcom, Sabtu (16/4/2011).
Alfons yakin serangan itu bukan menyerang polisi. Dengan meledakkan bom di kantor polisi, akan banyak dugaan motif serangan ini. Ini keinginan teroris, untuk mengaburkan motif sesungguhnya.
"Dengan melakukan bom bunuh diri di Masjid tapi di kantor polisi, orang bingung. Banyak dugaan itu kayanya menyasar kantor polisi. Tapi yang diserang masjid, nah ini kan orang jadi bertanya-tanya," kata mantan Kombes ini.
Alfons berharap polisi tidak terlalu reaktif dengan kasus ini. Tidak perlu membuat kantor polisi menjadi tempat yang menyeramkan bagi warga yang ingin melaporkan sesuatu. Penggeledahan pada orang yang memasuki kantor polisi juga selayaknya dilakukan dengan wajar.
"Kerjaan polisi itu melayani orang. Jangan sampai menolak orang datang. Atau membuat orang malas untuk datang," pesan Alfons.
Serang Masjid di Kantor Polisi, Teroris Berupaya Kecoh Polisi
Labels:
Berita
Friday, April 15, 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
About Me
- Anugrah Pratama
- Dilarang menyalah gunakan apa yang ada disini!!!!
Visitor
Klik:
Followers
Artikel Favorite
-
Di Jawa Barat tepatnya di Kabupaten Bandung terdapat sebuah tempat rekreasi yang sangat indah yaitu Gunung Tangkuban Perahu. Tangkuban Pera...
-
Kangen Band merupakan grup musik pendatang baru yang dibentuk di Lampung pada 2005. Meski terbilang sebagai pendatang baru, namun band y...

0 comments:
Post a Comment